Puisi Pertama – “Jejak Rindu”

 


Puisi adalah cara paling sederhana namun mendalam untuk menyampaikan perasaan.
Saya, Risti Windri Pabendan, selalu percaya bahwa kata-kata bisa menjadi jembatan antara hati yang jauh.

Puisi pertama ini saya tulis sebagai persembahan untuk semua pembaca blog saya. Semoga setiap baitnya bisa menemani, menghangatkan, dan meninggalkan jejak indah dalam hati.



🌸 Jejak Rindu 🌸

Di bawah langit senja yang redup,
Aku menuliskan namamu dalam diam.
Rindu berbaris seperti bintang,
Tak habis-habis meski malam berganti pagi.

Ada jarak yang tak bisa kugapai,
Namun di setiap hembus napas, engkau hadir.
Bagai bayang-bayang yang tak pernah pergi,
Menemani langkahku, meski tak terlihat.

Jika suatu hari waktu membawa kita bertemu,
Biarlah rindu ini luruh dalam tatapan.
Karena aku percaya,
Tak ada jarak yang mampu menghapus cinta.


Makna Puisi

Puisi ini bercerita tentang rindu yang tak pernah padam, meski jarak dan waktu mencoba memisahkan.
Setiap bait menghadirkan perasaan yang mungkin juga pernah dialami pembaca:

  • Menunggu seseorang yang jauh.

  • Merindukan pertemuan yang tak pasti.

  • Menyimpan harapan dalam kesunyian.

Saya ingin setiap pembaca merasakan bahwa rindu bukan kelemahan, melainkan tanda bahwa hati kita masih hidup, masih mampu mencinta, dan masih punya harapan.


Penutup

Puisi adalah bahasa hati. “Jejak Rindu” adalah salah satu dari sekian banyak jejak perasaan yang akan saya bagikan di blog ini.

Terima kasih sudah membaca hingga akhir. Semoga puisi ini bisa menjadi teman di saat sepi dan pengingat bahwa setiap rindu selalu punya makna.

Salam hangat penuh cinta,
Risti Windri Pabendan
✍️ Penulis & Blogger

Komentar