Malam yang Belajar Memaafkan
🌙 Catatan Harian Keenambelas: Malam yang Belajar Memaafkan Oleh: Risti Windri Pabendan “Malam tahu segalanya, tapi ia tidak pernah menghakimi. Ia hanya mendengarkan, lalu memeluk dalam diam.” Malam ini datang tanpa suara. Angin tidak terlalu kencang, langit tidak sepenuhnya gelap. Ada bulan separuh menggantung di atas kepala seolah ia pun sedang belajar perlahan, tidak terburu-buru menjadi utuh. Aku duduk di dekat jendela, menatap bayangan diri sendiri di kaca. Wajah yang sama, tapi matanya berbeda. Ada tenang yang belum sepenuhnya damai, ada letih yang belum sepenuhnya pulih. Namun entah mengapa, malam ini terasa cukup. Tidak sempurna, tapi cukup. 🌌 Luka yang Tak Ingin Hilang Ada luka-luka lama yang kadang muncul kembali tanpa diundang. Bukan untuk menyakiti, tapi seolah ingin diingat. Mungkin mereka belum selesai. Mungkin mereka hanya menunggu aku benar-benar siap untuk memaafkan. Dulu, aku pikir memaafkan itu berarti melupakan. Aku mencoba menekan ken...