10 Kesalahan Umum dalam Menulis Artikel Blog (dan Cara Memperbaikinya)



 Hindari 10 kesalahan umum dalam menulis artikel blog yang bikin pembaca kabur. Pelajari cara memperbaikinya agar tulisanmu lebih menarik dan profesional.


Banyak blogger pemula   bahkan yang sudah lama menulis   masih terjebak dalam kesalahan dasar saat membuat artikel blog. Akibatnya, artikel yang ditulis dengan susah payah malah sepi pembaca, sulit masuk halaman pertama Google, atau cepat ditinggalkan.

Kabar baiknya, sebagian besar kesalahan ini bisa diperbaiki dengan mudah. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 kesalahan umum yang sering terjadi, lengkap dengan cara memperbaikinya. Jadi, kamu bisa menulis artikel yang bukan hanya enak dibaca, tapi juga lebih profesional dan berpotensi mendatangkan lebih banyak trafik.


1. Judul yang Membosankan

Kesalahan:
Banyak artikel blog yang punya judul datar, misalnya “Tips Menulis Artikel”. Judul seperti ini tidak menarik dan tidak bikin orang penasaran.

Solusi:
Gunakan angka, pertanyaan, atau kata kuat agar lebih klik-able.
Contoh: “7 Tips Menulis Artikel Blog yang Bikin Pembaca Betah”.


2. Paragraf Terlalu Panjang

Kesalahan:
Paragraf 7–10 baris bikin pembaca cepat lelah. Blog berbeda dengan buku, jadi gaya tulisannya harus lebih ringan.

Solusi:
Gunakan paragraf pendek (2–4 baris), pisahkan dengan subjudul, bullet point, atau ilustrasi.


3. Tidak Ada Struktur yang Jelas

Kesalahan:
Artikel langsung “ngalor-ngidul” tanpa pembuka, isi, penutup. Pembaca jadi bingung arah tulisan.

Solusi:
Gunakan struktur standar:

  • Pendahuluan (kenapa topik ini penting)

  • Isi (poin-poin utama)

  • Penutup (ringkasan + CTA).


4. Overload Kata Kunci (Keyword Stuffing)

Kesalahan:
“Cara menulis artikel blog” diulang 20 kali dalam satu artikel. Alih-alih naik di Google, justru dianggap spam.

Solusi:
Gunakan kata kunci utama secukupnya, lalu variasikan dengan LSI keyword (kata terkait). Misalnya: “tips blogging, cara menulis konten, trik artikel SEO”.


5. Bahasa Terlalu Formal atau Kaku

Kesalahan:
Tulisan blog sering terdengar seperti makalah kampus. Akibatnya, pembaca cepat bosan.

Solusi:
Gunakan bahasa yang lebih santai dan percakapan (conversational tone). Bayangkan sedang ngobrol dengan pembaca.


6. Tidak Memberikan Nilai Tambah

Kesalahan:
Artikel hanya berisi teori umum yang bisa ditemukan di mana-mana.

Solusi:
Tambahkan contoh nyata, pengalaman pribadi, data, atau studi kasus agar artikel lebih bernilai.


7. Tidak Ada Visual (Gambar / Ilustrasi)

Kesalahan:
Artikel full teks tanpa visual bikin pembaca cepat bosan.

Solusi:
Tambahkan gambar ilustrasi, infografis, atau bahkan screenshot. Blog dengan gambar bisa meningkatkan engagement hingga 94%.


8. Tidak Memakai Subjudul (H2/H3)

Kesalahan:
Artikel panjang tapi tanpa subjudul → susah dibaca, susah juga di-scan Google.

Solusi:
Beri subjudul di setiap 300–400 kata. Gunakan H2 untuk poin utama, H3 untuk detail.


9. Mengabaikan Call-to-Action (CTA)

Kesalahan:
Artikel selesai tanpa arah. Pembaca bingung: harus apa setelah membaca?

Solusi:
Tambahkan CTA: ajak pembaca komentar, bagikan artikel, atau baca artikel terkait.


10. Tidak Mengecek Ulang (Proofreading)

Kesalahan:
Typo, ejaan salah, tanda baca berantakan. Terlihat kecil, tapi bisa merusak kesan profesional.

Solusi:
Selalu lakukan proofreading sebelum publikasi. Bisa pakai tool seperti Grammarly, atau baca ulang dengan suara keras.


Penutup

Menulis artikel blog memang butuh latihan. Tapi, dengan menghindari 10 kesalahan umum di atas, tulisanmu bisa langsung naik kelas.

Ingat, menulis di blog bukan sekadar menuangkan ide, tapi juga membangun koneksi dengan pembaca. Judul yang menarik, paragraf singkat, konten bernilai, hingga visual yang mendukung akan membuat pembaca betah dan kembali lagi.

👉 Jadi, coba cek artikel terakhirmu. Apakah masih ada 1–2 kesalahan dari daftar ini? Jika iya, segera perbaiki dan rasakan bedanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

✍️ Draft Artikel Blog: Tentang Penulis – Risti Windri Pabendan

Puisi Ketiga – Langkah Sepi

Langkah di Jalan Pulang