Catatan Harian Kedua

 


Catatan Harian Kedua

🌷 Hari Ini Aku Belajar Melepaskan dengan Ikhlas 🌷

Ada hal-hal dalam hidup yang tidak bisa kita genggam selamanya. Hari ini aku belajar tentang itu—tentang melepaskan dengan ikhlas.

Pagi tadi, aku duduk cukup lama di depan jendela, menatap langit yang sedikit mendung. Ada rasa sesak di dada, seperti ada sesuatu yang ingin tetap kutahan, padahal aku tahu, tidak semua hal bisa terus kupeluk.

Beberapa waktu belakangan, aku sering merasa takut kehilangan. Takut ditinggalkan, takut gagal, takut kalau sesuatu yang aku sayangi tak lagi bersamaku. Rasa takut itu seperti bayangan yang terus menempel, membuat langkahku terasa berat.

Namun hari ini, ada momen kecil yang menyadarkanku. Saat aku merapikan barang-barang lama, aku menemukan sebuah benda yang dulu sangat aku sayangi—sebuah buku catatan yang penuh dengan cerita masa lalu. Ketika kubuka, ada banyak tulisan yang membuatku tersenyum, tetapi juga menorehkan sedikit perih di hati.

Aku terdiam lama. Dan akhirnya aku sadar: ada kalanya kita harus merelakan sesuatu, bukan karena tidak berarti, tetapi justru karena pernah sangat berarti. Melepaskan bukan berarti melupakan, melainkan memberi ruang baru untuk hati agar bisa bernafas lebih lega.

Aku menulis catatan ini untuk mengingatkan diriku sendiri:
🌸 Tidak semua orang akan tinggal selamanya.
🌸 Tidak semua mimpi akan menjadi nyata.
🌸 Tidak semua cerita harus berakhir indah.

Dan itu tidak apa-apa. Karena dengan melepaskan, aku sedang belajar mempercayai perjalanan hidup. Aku sedang belajar membuka tangan, agar Tuhan bisa mengisinya lagi dengan hal-hal baru yang lebih baik.

Hari ini, aku belajar bahwa ikhlas bukan tentang menyerah. Ikhlas adalah tentang percaya—bahwa setiap kehilangan membawa ruang kosong, dan ruang itu akan dipenuhi dengan sesuatu yang lebih indah pada waktunya.

🌷 Catatan untuk diriku sendiri:
“Belajar melepaskan bukan berarti berhenti mencinta. Tapi justru membiarkan cinta itu menemukan jalannya sendiri.”

Salam hangat,
Risti Windri Pabendan 🌹

Komentar

Postingan populer dari blog ini

✍️ Draft Artikel Blog: Tentang Penulis – Risti Windri Pabendan

Puisi Ketiga – Langkah Sepi

Langkah di Jalan Pulang