Puisi Ketujuh – Lukisan Hati

 


Puisi Ketujuh – Lukisan Hati

Pengantar

Hati manusia ibarat kanvas kosong. Setiap pengalaman, perasaan, dan kenangan adalah warna yang perlahan melukisinya. Ada warna cerah, ada warna kelam, tetapi semuanya berpadu menjadi karya seni bernama kehidupan. Puisi ini mencoba mengabadikan perjalanan itu dalam sebuah lukisan hati.


🎨 Lukisan Hati 🎨

Di atas kanvas putih hatiku,
kuambil kuas kehidupan.
Kucelupkan pada warna-warna perasaan,
dan perlahan, kuukir garis pertama.

Ada merah dari cinta yang membara,
biru dari luka yang masih membekas,
kuning dari tawa yang tak terlupa,
hitam dari malam yang penuh air mata.

Namun, semua itu berpadu,
membentuk gambar yang utuh.
Sebuah potret diri,
sebuah kisah perjalanan,
sebuah lukisan yang hanya bisa dimengerti
oleh hati yang memilikinya.

Kadang warnanya buram,
kadang terlalu tajam,
kadang tak seimbang,
tetapi justru di situlah indahnya.
Sebab hati bukanlah karya sempurna,
melainkan kejujuran yang tak bisa disembunyikan.

Dan ketika aku menatap lukisan ini,
aku tidak melihat kesedihan atau kebahagiaan semata.
Aku melihat diriku,
seutuhnya,
dengan segala retakan dan cahaya yang menyertainya.

Maka biarlah,
biarlah hatiku terus kulukis.
Dengan warna apa pun yang datang,
dengan perasaan apa pun yang singgah.
Sebab aku tahu,
selama kuas masih kugenggam,
lukisan hati ini akan terus hidup,
menjadi saksi perjalanan jiwaku.


Makna Puisi

“Lukisan Hati” adalah simbol perjalanan hidup manusia yang penuh warna. Setiap perasaan baik bahagia maupun sedih adalah bagian penting yang melengkapi diri kita. Puisi ini mengajarkan bahwa hidup bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang keberanian menerima semua warna dalam hati.


Penutup

Hidup adalah seni, dan hati adalah kanvasnya. Jangan takut dengan warna gelap, sebab justru ia yang membuat cahaya terlihat lebih indah.

Salam sastra,
Risti Windri Pabendan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

✍️ Draft Artikel Blog: Tentang Penulis – Risti Windri Pabendan

Puisi Ketiga – Langkah Sepi

Langkah di Jalan Pulang