Sebuah Pertemuan Singkat yang Membekas di Hati
Catatan Harian Kelima
🌷 Sebuah Pertemuan Singkat yang Membekas di Hati 🌷
Hari ini, aku mengalami sesuatu yang sederhana tapi terasa begitu dalam. Sebuah pertemuan singkat—hanya sebentar saja, namun meninggalkan bekas di hati yang sulit dijelaskan.
Aku bertemu dengan seseorang secara tak sengaja di jalan. Tidak ada percakapan panjang, hanya sapaan singkat dan senyum yang tulus. Tapi entah mengapa, ada kehangatan yang menetes begitu lembut dari momen itu. Seperti cahaya kecil yang menembus keruhnya pikiranku hari ini.
Kadang kita tidak menyadari betapa kuatnya dampak dari hal-hal kecil. Senyum dari orang asing, sapaan hangat, atau sekadar tatapan ramah semua itu bisa menjadi pengingat bahwa dunia ini tidak sesepi yang kita kira. Bahwa di luar sana, masih ada kebaikan yang bertebaran.
Pertemuan itu membuatku merenung. Kita mungkin tidak akan selalu bertemu orang yang sama dua kali. Namun, ada yang lebih penting daripada lamanya kebersamaan: yaitu kesan yang ditinggalkan. Bahkan sebuah pertemuan singkat pun bisa menjadi bagian berharga dari perjalanan hidup kita.
Aku menuliskan catatan ini agar suatu hari nanti aku tidak lupa bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak pernah sia-sia. Dan siapa tahu, senyum sederhana yang kita berikan hari ini bisa menjadi kenangan indah bagi orang lain di masa depan.
🌷 Catatan untuk diriku sendiri:
“Jangan remehkan sebuah pertemuan singkat. Karena terkadang, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan cara Tuhan mengingatkan kita bahwa kebaikan selalu ada.”
Salam hangat,
Risti Windri Pabendan 🌹
Komentar
Posting Komentar